Tuesday, August 28, 2012

Pilihan Hidup

Kalau saya pikir2, enakan hidup di jaman purba daripada jaman sekarang.

Kalau di jaman purba, tujuan hidup hanyalah untuk bertahan hidup. bisa makan dan survive dari alam. Seperti tidak dimakan srigala, diinjek dinosaur, atau dimakan duku kanibal. 

Kalau jaman sekarang, pilihan hidup banyak banget. Contoh dipandang dari segi finansial, apakah memilih untuk hidup kekurangan tapi hati gembira, atau sederhana dan berkecukupan, atau kaya raya tapi hati tidak tenang, atau kaya raya dan bahagia. Lalu kalau dipandang dari segi agama, hidup untuk mencari bekal akherat, atau hidup yang hanya untuk duniawi, atau hidup bahagia dunia akherat. Belum lagi dipandang dari kesuksesan, hidup meraih kesuksesan, atau hidup tanpa planning dan mengalir apa adanya, atau hidup selalu gagal dalam berusaha dll dsb.

Susah banget kalau dipikir, begitu banyak pilihan. Apalagi kalau kita milih satu satu dari berbagai aspek, seperti hidup kaya raya, plus bahagia, plus sukses dan bahagia dunia akherat. Abot banget pokoknya.

Dan lagi, serapih apapun kita memplaning hidup, kita sudah teken kontrak dengan ketidak pastian dan nasib yang sudah digariskan Allah di awal.

Mumet ya, mungkin tujuan hidup harus dikembalikan seperti semula, intinya kalau udah bisa makan hari ini sudah alhamdulilah, gitu aja.

Profile Picture



Apa arti Profile Picture buat kamu? mungkin hanya sebagai identitas wajah, karakter, dalam profile pada suatu social media. Tapi buat saya, Profile Picture seperti menggambarkan suasana hati saya.

Sebenarnya saya baru sadar akhir-akhir ini, karena setiap saya sedih dan merasa ingin bersembunyi dari orang-orang di sekitar saya, spontan ketika saya membuka halama Facebook/ Twitter dan melihat Profile Picture saya langsung saya ganti dengan gambar berwarna gelap, atau gambar yang tidak menampakkan muka saya.

Begitu pula jika saya sedang merasa pede, atau di atas angin (opo jal kuwi), profile picture saya ganti dengan muka saya yang sedang bergaya, baik bergaya ala Eropa, bergaya katak atau bergaya minimalis (-___-").

Dan bisa ditebak, kalau profile picture saya ada gambar suami saya, berarti saya lagi kangen.

pic taken from here 

Sunday, August 26, 2012

Kecewa Dengan Selera Orang Kebanyakan

Ternyata saya hanya dewasa di muka saja, tapi belum dewasa pada pemikiran dan perilaku saya.

Seharusnya, saya bisa menerima kenyataan sepahit apapun, kenyataan bahwa hidup itu tidak semudah membalikan telapak tangan, kenyataan bahwa tidak semua orang bisa memahami pola pikir saya, kenyataan bahwa saya bukanlah yang paling benar. Sampai saat ini, saya masih suka ngomong "kalau semua orang mendengarkan dan melakukan apa yang saya katakan, perdamaian dunia akan tercapai." ... ok yang itu tadi lebay....

Sebenarnya saya cuman ingin ngomong, kalau saya kecewa dengan selera orang kebanyakan, terlebih dalam soal perfilman. Film yang menurut saya mengecewakan, tidak satu atau dua film, mungkin lebihd ari tiga film, mendapatkan rating yang cukup tinggi di IMDB. Itulah yang membuat saya kecewa! sehingga saya ingin menggunakan meme di bawah ini,


Mungkin ini yang namanya pergeseran jaman, yaitu jaman yang dikuasai oleh generasi yang bukan generasi saya. Mungkin orang-orang yang vote di IMDB itu adalah generasi Justin Beiber dan Twilight, bukan generasi Backstreetboys dan Lord of The Rings. 

Maafkan saya jika postingan ini kurang berkenan, namanya saja postingan orang yang sedang belajar dewasa.