Tuesday, December 27, 2011

Resolusi 2012

Sungguh postingan klise dengan judul postingan yang juga klise. Tapi bagaimanapun juga saya akan merasa bukan saya jika tidak memposting tentang resolusi saya untuk tahun mendatang, 2012.

Resolusi saya untuk 2012 adalah, membuka tangan saya lebar - lebar untuk takdir yang sudah digariskan oleh-Nya.

Sejak di titik dimana saya merasa tidak bahagia, saya pulang kepada-Nya dan oleh-Nya saya diterima, disambut dan dirangkul. Maka dari saat itu saya sadar bahwa saya bukan milik siapa-siapa melainkan hanya milik-Nya.

Saya yang pernah lupa, saya yang pernah mengingkari dan saya yang pernah menghianati diterima-Nya dengan tangan terbuka, dan dipeluk-Nya dengan penuh kasih sayang.

Therefore, I am opening my arms for the faith that has been written for me.

الحمد لله

Thursday, November 3, 2011

Urip Kuwi Sawang Sinawang

Kata orang Jawa bilang, urip kuwi sawang sinawang yang artinya the happiness of life is in the eye of the beholder hehe.. ngarang dikit nggak apa-apa ya, bebas dong kan ini blog saya dan saya kan lagi nggak ikut lomba posting blog yang jurinya tiga lalu menang hadiah jalan-jalan ke Bali...

Jadi, intinya adalah ketika ada fikiran-fikiran seperti "orang ini itu hidupnya susah", "orang itu hidupnya seneng", "dia beruntung", "saya adalah orang yang paling merana sedunia"... lha itu belum tentu benar.

Saya bisa memberi contoh klise, seperti "lihat orang-orang kaya itu sepertinya hidup mereka senang tapi ternyata hutangnya banyak,..." iihh klise banget contohnya. Saya kan nggak suka tuh kasih contoh-contoh klise, bukan saya banget gitu lho. Saya kan orangnya unik nich ya jadi kalau kasih contoh suka kasih contoh yang lain daripada yang lain.

Ini contoh dari saya yach, begini ,.. hmmm apa ya,..
contoh, saja saya sendiri, mungkin saya bisa berfikir seperti "mengapa nasib saya tidak seperti teman-teman saya yang bisa hidup berdampingan dengan suami/orang-orang yang mereka cintai. Kenapa hidup saya merana, kenapa saya harus keterima kerja di Jakarta yang katanya kejam itu, kenapa betis saya besar, kenapa hidung saya pesek, kenapa makanan yang paling murah di Jakarta hanya bubur ayam, kenapa.. kenapa... "

Atau contoh saya berfikir seperti "kenapa orang itu sangat beruntung ya, suaminya cakep mirip Christian Sugiono, trus tasnya merek semua, perutnya rata dan mukanya nggak jerawatan, aku yakin kentutnya orang itu pasti wangi juga... orang itu beruntung banget deh .. .."

Fikiran-fikiran tersebut belum tentu benar. Karena kebahagiaan hidup itu tergantung dari mana orang melihatnya. Cara yang paling pas adalah mensyukuri apa yang sekarang kita punya dan mensyukuri keadaan kita saat ini. Selama kita mensyukuri, disitulah kebahagiaan hidup kita dapatkan.

Alhamdulilah hidung saya pesek, dengan begitu saya terlihat beda sendiri ketika saya di luar negri, dan alhamdulilah betis saya besar sehingga suamipun senang meremas-remasnya.


im proud of who i am, im proud of what i do, im not hiding for what ive been trough and i feel lucky i am here today

Wednesday, October 12, 2011

Loenpia as Family



Bulan ini, tepatnya Oktober 2011 Loenpia, bloggers Semarang berulang tahun yang ke-6. Ibaratnya anak kecil, Loenpia sedang belajar menulis dan membaca. Seperti para anggotanya yang mengaku blogger, mereka termasuk saya sedang belajar menulis di blog secara benar, karena sejak adanya blog setiap orang punya kesempatan untuk menjadi reporter atau penulis.

Saya bergabung di Loenpia sejak Loenpia berumur 2 tahun, waktu itu Loenpia sedang lucu-lucunya. Ketika itu member Loenpia mayoritas hanya laki-laki, sehingga mereka beringas ketika ada member wanita yang bersedia untuk gabung. Bahkan pada saat itu di Loenpia ada Mentri Perhubungan Wanita, yang mana dijabat oleh Munif dengan tugas menjapri para wanita-wanita baik yang belum gabung maupun yang sudah gabung agar member wanita di Loenpia bisa bertambah, setidaknya unda-undi dengan member laki-lakinya. Saya akui, kalau mencari member wanita pada saat itu sangat susah, karena member Loenpia pada saat itu mukanya preman semua, terutama mas pepeng, mas kopril dan mas lowo yang mana terkenal dengan muka jemotosnya. Maka dari itu kebanyakan wanita takut untuk gabung di Loenpia.

Lambat laun saya bergaul dengan teman-teman Loenpia, saya merasakan kehangatan sebuah keluarga. Saling bercanda, saling memuji (walau jarang), saling menolong dan ikut bahagia jika ada yang sedang berbahagia. Bahkan ketika saya jauh dari rumah, milis Loenpia selalu menemani, sehingga kota Semarang pun tidak terasa jauh karena di milis Loenpia biasanya kita saling share segalanya tentang Semarang, tentang makanannya, tentang tempat-tempatnya dll dsb.

Anggota Loenpia tersebar di mana-mana, termasuk saya yang dulu di Bolivia sekarang di Jakarta. Jadi untuk para teman-teman Loenpia siapa saja tidak perlu kawatir jadi gelandangan di kota / tempat lain selain Semarang, karena pasti ada teman yang bisa dituju. Saya di Jakarta sekarang ini, setiap weekend selalu saja ada acara kumpul-kumpul, dan ketika kumpul saya merasa berada di Semarang, karena ketika kumpul, bahasa dan dialek yang dipakai sangat Semarangan.

Bergabung dengan Loenpia membawa banyak manfaat bagi saya, selain mendapatkan teman dan keluarga, saya juga banyak mendapatkan tawaran pekerjaan. Pengalaman-pengalaman yang saya peroleh dari gabung dengan Loenpia pun juga seru, seperti ikut tour ke kota-kota wisata, ikut seminar-seminar menambah ilmu, ketemu orang-orang baru, dll dsb. Bisa dibilang sejak gabung di Loenpia saya jadi terlihat gaul, apalagi rambut saya pake poni, gaul sekali pokoknya.


Sekarang ini Loenpia punya radio online http://radio.loenpia.net yang setia menemani ketika kerja atau online. DJ nya dari teman-teman Loenpia sendiri, walaupun kalau siaran ngomongnya cuman "test test,.. satu dua tiga.. test..." namun radio Loenpia sangat menghibur. membayangkan muka dije nya pas waktu siaran pun sudah bisa menghibur, apalagi denger suaranya.

Untuk ulang tahun Loenpia yang ke-6 ini, selain harapan dan doa yang klise saya juga ingin berterima kasih, karena sudah menerima saya sebagai keluarga. Pokoknya kau dan aku, kita selamanya!!

Thursday, February 17, 2011

The Attention

Saya baru saja menikah dengan lelaki berkebangsaan Bolivia, dan saya baru saja hijrah ke Bolivia untuk hidup berdampingan dengan suami saya. Karena hal-hal yang baru saja terjadi di kehidupan saya itu, banyak sekali perhatian-perhatian yang muncul dari teman-teman, saudara atau relatives. Dengan sangat menyesal, saya bisa mengatakan terkadang perhatian-perhatian itu sangat mengganggu.

Sering kali, teman-teman saya menyapa saya baik itu di siang hari atau malam hari lewat 'chatting'/ online dan menanyakan hal yang sama, seperti "sedang apa?", "jam berapa di sana?", "kamu sekarang di mana?"... dll dsb...

Saya sangat-sangat menghargai perhatian-perhatian itu, sehingga saya selalu berusaha untuk membalas dan beramah-tamah. Biasanya jika saya sedang tidak mood untuk membicarakan tentang diri saya, saya selalu gati menanyakan tetang kabar mereka dan bagaimana kehidupan mereka. Bagaimanapun juga, saya tahu ini belum berakhir, dan akan terus-menerus terjadi. Kecuali saya unsub. dari Facebook, yang mana tidak mungkin saya lakukan karena Facebook benar-benar menyatukan saya dengan teman-teman dan keluarga di Indonesia.

Mungkin, perasaan 'terganggu' itu datang ketika saya sedang bermasalah, mungkin saya masih tidak mood, atau mungkin saya sedang ngambek sama suami, mungkin perut saya lagi pas mules, atau mungkin lagi konsentrasi main games online.

Setidaknya, saya harus merasa beruntung karena masih banyak teman-teman yang perduli dengan saya, menanyakan kabar saya, ikut bahagia ketika saya bahagia, dll dsb.

ini adalah postingan yg mencla mencle, dari paragraph pertama sampek terakhir.
ben!

Monday, February 14, 2011

Baby Boop B'day Party

A week ago, Ruthy, my husband's niece gave me a birthday invitation card. At first I thought it was for her birthday, and turned out it was for her doll's 'BabyBoop' birthday.

Then she asked me to help her to make a birthday cake.

Last night, we gathered. Me, my husband, Ruthy of course, Jr (my brother in law) , my parents in law in the dinning room and celebrate the Bab Boob Birthday.

The cake was made from three slices of bread, strawberry jam, chocolate jam, colorful corn cereal, and chocolate rings cookies.

The cake, and the birthday BabyBoob.

Happy B'day for BabyBoob!

Babyboob with the mamita (Ruthy)

I think the cake wasn't that bad.. hehe...,
anyway if that was not make me become her fav. aunt that what....

Friday, February 11, 2011

the talk


Last night we have a talk just like the other nights. I was telling him how I used to fast and pray a lot when I was teen, then he asked me why I did those stuff too much, and what for. I said because I used to be afraid of the future, I was paranoid about the future, I was afraid if I become nobody, I was afraid if I wont make my parents happy and proud, I was afraid of the future socialization obligation to survive in life.

Then he said, that what ever makes me afraid now, I shall tell him and we will work it out together so that we can be stronger.

I am now afraid of losing him, because his love makes me strong and I'm afraid without his love I will be weak and broken.

Wednesday, January 5, 2011

Another One Good Thing About Marriage

There is another good thing about marriage, well my marriage. Yaitu sekarang saya punya adik laki-laki dua.

Saya anak paling terakhir di keluarga saya, dan saya tidak pernah membayangkan kalau saya bakalan punya adik. Setelah saya menikah, saya jadi punya dua adik laki-laki dari suami saya, Jr dan Luis yang mana mereka semua anak baik, at least baik terhadap saya.

I say it is good, because I am soo enjoying it. Saya sangat menikmati punya adik, walaupun mereka adalah adik ipar. :D

Monday, January 3, 2011

Bisanya Mengkritik

Bisanya mengkritik... Itu adalah saya di postingan ini. So what!!.. this is my blog anyway!!!...

Malam tahun baru kemarin saya diajak suami ke diskotik terbesar di kotanya, memang pergi ke diskoting was my idea, which was a stupid idea. It was because, we would like to spend the night out, and the resturant were almost all fully booked, dan juga pertama kali ke diskotik pas malam natal kemarin, it was ok.

Komplitnya, pada malam natal kemarin saya diajak kumpul-kumpul dengan teman-teman suami di suatu resto, karena sudah terlalu malam dan resto mau tutup kamipun pindah ke diskotik sebelah yang mana diskotiknya kecil. Waktu itu sih diskotiknya cuman ada sekitar dua puluhan orang, musiknya enak dan orang-orang yang datang pun seumuran saya. Jadi I was enjoying, because it was only like talking, watching people dancing, and listening to nice music.

Memang sebelumnya saya tidak pernah ke diskotik, atau mungkin itulah sebab utamanya saya gumunan, dan lahirlah postingan ini.

Nah, pas ke diskotik kemarin antrian masuknya melebihi antrian kupon raskin. It was freezing also, tapi itu bukan bagian yang terburuk. Menurut saya bagian yang terburuk adalah orang-orang yang datang ke diskotik tersebut, mereka masih muda jauh dari umur saya. Saya tidak tahu persis definisi dari anak gaul di sini, tapi menurut saya tingkah laku dan cara berpakaian mereka sangat tidak keren.

I can see some of their underwear were popping out, dan warna pilihannya pun tidak seksi sama sekali. If I want to wear clothing which shows my bra, I will at least wear my sexiest black bra. I could see many mommy brown bras that night. Bahkan, ada yang memakai dress hitam mini, transparant, dengan rumbai-rumbai keemasan, dan saya bisa melihat celana dalamnya yang berwarna pink butek. Orangnya pun tidak langsing, dan tidak curvy.

If they were drunk since they left their houses, that would explain everything, because you need to get drunk to choose that kind of outfit to go outside your house.

Saya ingin menghimbau para wanita,
... please please dont try to look cool by not looking cool at all...

tidak perlu menjadi bitchy untuk mendapatkan laki-laki, ..
tidak perlu merokok untuk terlihat cool...
and please respect yourself to have someone else respect you...

sekian..

Happy New Year 2011