Thursday, February 17, 2011

The Attention

Saya baru saja menikah dengan lelaki berkebangsaan Bolivia, dan saya baru saja hijrah ke Bolivia untuk hidup berdampingan dengan suami saya. Karena hal-hal yang baru saja terjadi di kehidupan saya itu, banyak sekali perhatian-perhatian yang muncul dari teman-teman, saudara atau relatives. Dengan sangat menyesal, saya bisa mengatakan terkadang perhatian-perhatian itu sangat mengganggu.

Sering kali, teman-teman saya menyapa saya baik itu di siang hari atau malam hari lewat 'chatting'/ online dan menanyakan hal yang sama, seperti "sedang apa?", "jam berapa di sana?", "kamu sekarang di mana?"... dll dsb...

Saya sangat-sangat menghargai perhatian-perhatian itu, sehingga saya selalu berusaha untuk membalas dan beramah-tamah. Biasanya jika saya sedang tidak mood untuk membicarakan tentang diri saya, saya selalu gati menanyakan tetang kabar mereka dan bagaimana kehidupan mereka. Bagaimanapun juga, saya tahu ini belum berakhir, dan akan terus-menerus terjadi. Kecuali saya unsub. dari Facebook, yang mana tidak mungkin saya lakukan karena Facebook benar-benar menyatukan saya dengan teman-teman dan keluarga di Indonesia.

Mungkin, perasaan 'terganggu' itu datang ketika saya sedang bermasalah, mungkin saya masih tidak mood, atau mungkin saya sedang ngambek sama suami, mungkin perut saya lagi pas mules, atau mungkin lagi konsentrasi main games online.

Setidaknya, saya harus merasa beruntung karena masih banyak teman-teman yang perduli dengan saya, menanyakan kabar saya, ikut bahagia ketika saya bahagia, dll dsb.

ini adalah postingan yg mencla mencle, dari paragraph pertama sampek terakhir.
ben!

2 comments:

lawabiroe said...

postingan ini isinya tidak konsisten :p
ayoo kopdarrr...

didut said...

lbh galaw mana kl gak ada yg nyapa dan nanyain sama sekali? :P